Senin, 21 November 2011

Bahagiaku

Bahagia itu ketika aku merangkai warna yang merona
Bahagia itu ketika menemukan nyata dalam irama tawa
Bahagia itu kadang tak bisa kubuat makna padanannya
Bahagia itu sejatinya hal-hal sederhana yang kusyukuri
Bahagia itu akan ada untuk siapa saja

Senin, 21 Maret 2011

ANAK DAN POHON JERUK

Seorang anak kecil mencoba makan buah jeruk dan ternyata tanpa sadar sebuah biji jeruk tertelan.. Beberapa hari kemudian buah jeruk itu kemudian bertunas dan terus merambat, sehingga muncul tunas di kepalanya. Semakin hari semakin lebat dan semakin besar. Pohon jeruk itu membuat sang anak merasa begitu berat badannya. Dan setiap hari dia merasa mengantuk.. Akhirnya membuatnya tertidur dalam waktu yang sangat lama..
Pohon jeruk itu menjulang begitu tinggi dan mulai berbuah.. Buahnya berjatuhan dan beberapa biji dari buah itu mulai bertunas kembali dan menjadi pohon-pohon yang besar pula.. Sampai akhirnya ada satu buah yang jatuh terhempas menuju sungai dan mengalir mengikuti aliran air menuju perkampungan penduduk..
Seorang warga melihat buah jeruk yang begitu besar dan membukanya, dia mecoba mencicipinya kemudian begitu terkejut karena itu adalah jeruk yang termanis, paling segar, dan paling besar yang pernah dinikmatinya.. Kabar tentang buah jeruk itu membuat semua penduduk perkampungan itu tertarik. Mereka menyusuri sungai, mencoba mencari tahu dimana pohon jeruk itu berada.
Disebuah bukit, rombongan penduduk itu terpana melihat hutan jeruk yang begitu lebatnya, penuh dengan buah jeruk besar yang selama ini mereka cari. Tanpa menunggu lama mereka berlarian mencari buah jeruk itu.. Buah2 ranum itu dipetik, dimasukkan kedalam karung.  Mereka terus mencari dengan penuh sukacita, Mereka berteriak-teriak kegirangan penuh dengan tawa kebahagiaan.
Si anak dengan hutan jeruk dikepalanya terbangun akibat suara ramai orang2 yang berada dikepalanya. Kebingungan ketika melihat keadaannya. Dan dia menjadi marah dan mengusir penduduk perkampungan itu. Mereka ketakutan dan berlarian berusaha menyelamatkan diri.
Anak itu kemudian menebang semua pohon jeruk dikepalanya, dia tersadar telah tertidur terlalu lama.. Dicabutnya semua pohon sampai ke akarnya. dan setelah selesai, dia pulang kembali menuju rumah orangtuanya..

Kamis, 06 Januari 2011

Kisah Rumput Itu

Rumput itu hijau dan mengakar  tak terlalu dalam
Rumput itu basah oleh air hujan dan tetap menengadahkan dirinya
Rumput itu telah kehilangan beberapa helai daunnya yang terinjak langkah kaki
Rumput itu tak sekalipun dilirik
Rumput itu marah tapi tak menegrti harus bagaimana
Rumput itu sedih dan menangis goyah serasa ingin mati
Rumput itu berharap tapi kehilangan segalanya
Rumput itu takut hanya merasa takut meski tak tahu bagaimana merasakan takut
Rumput itu kotor buram dan mulai kusam setiap harinya
Rumput itu merasa tak berguna
Rumput itu salah dan selalu salah
Rumput itu tak layak menghiasi taman
Rumput itu akan dicabut esok hari
Rumput itu bersiap menikmati saat saat terakhirnya
Rumput itu kehilangan ceritanya

Senin, 03 Januari 2011

Hantu Waktu


Andai waktu mengerti akan perkataanku, tak akan dia berlari sekencang ini
Bahkan aku akan menghentikannya dan menghardik..
Saat makin lama kurasa tak mampu membuatnya sedikit melambat.,
Entah apa tak ada rasa kasihan dalam hatinya..
Saat makin lama aku membuatnya makin tidak nyaman dengan ragaku
Oh, kenapa harus ada keriput di bawah mataku
Dan dahiku yang mulai berkerut tak beraturan memperolokku..
Tik tak tik tak tik tak
Dan kubanting semuanya, segalanya yang berdetak..
Tetap saja metahari dan bulan bergiliran muncul berkeliling
Tak bisa kucegah..